Poltek Batam DKP Kepri Jajaki Peluang Kerja Sama Penanganan Limbah


Tanjungpinang, 27 Januari 2026

Tim Peneliti Politeknik Negeri Batam (Poltek Batam), dipimpin oleh Ita Wijayanti selaku pimpinan rombongan mengunjungi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) pada Selasa (27/1) siang, bertempat di Ruang Kerja Kepala DKP Kepri.

Kunjungan yang merupakan bagian dari kegiatan penelitian Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) ini, berfokus pada upaya pemanfaatan limbah ikan hasil produksi kerupuk ikan di wilayah Kabupaten Bintan.

Diterima secara langsung oleh Kepala DKP Kepri, Dr. Said Sudrajad, didampingi Sekretaris DKP Kepri (Laode M. Faisal, S.Pi., M.Ling.) beserta para Pejabat Fungsional Pembina Mutu Bidang Pengolahan dan Pemasaran (Sugeng Pujianto, S.Pi., Zola Febriani, S.Pi., dan Sulastri Tampubolon, S.Pi.), dan pejabat fungsional Pengelola Ekosistem Laut dan Perairan Ahli Muda (Rusfan).

Mengawali pertemuan, Ita Wijayanti selaku Koordinator Program mengungkapkan bahwa pihaknya bermaksud menggalang sinergi dan partisipasi DKP Kepri sebagai mitra, dimana salah satu tahapan kerja sama yakni penyelenggaraan penelitan yang saat ini tengah dilaksanakan.

“Kita ketahui bersama bahwa sentra pengolahan kerupuk di Sei Lekop, Bintan perharinya menghasilkan limbah ikan dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga perlu adanya proses pengolahan limbah yang ditangani secara baik”, ungkap Ita. 


Berangkat dari masalah tersebut, lanjutnya, ia mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menggalang komitmen bersama PT. Bintan Inti Gemilang (BIG) untuk berkalobarasi dalam pengimplementasian program kedepan.

“Kami berharap hal ini mendapat dukungan dari Pemprov Kepri, khususnya beberapa OPD terkait, termasuk DKP Kepri”, tutur Ita.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala DKP Kepri menyampaikan dukungannya atas rencana pengimplementasian program ini.

“DKP Prov Kepri mendukung penuh pelaksanaan program yang diinisiasi oleh Poltek Batam ini, serta meminta Bidang Pengolahan dan Pemasaran khususnya melalui para Pembina Mutu untuk dapat mengawal dan mendampingi hal-hal yang diperlukan dalam rangka menyukseskan implementasinya kedepan”, ujar Dr. Said Sudrajad.

Lanjutnya, Dr. Said Sudrajad mengungkapkan bahwa pengolahan limbah ikan khususnya yang dihasilkan oleh aktivitas pengolahan dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang berada di Sentra Kerupuk Sei Lekop, Bintan tentu akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi para pemilik UPI, melainkan juga bagi lingkungan sekitar.

Sebagai tindaklanjut atas pertemuan ini, segera akan kita sampaikan dokumen komitmen sebagaimana yang dimintakan, serta berharap agar Program Bestari Saintek ini dapat segera terselenggara sebagaimana direncanakan, sehingga nantinya hasil akhir dari pelaksanaan program dapat membantu memenuhi kebutuhan pembudidaya ikan terhadap kebutuhan palet, tutupnya.** 


Share this Post

Facebook Twitter Google Plus

Comments

Informasi Terpopuler
Informasi Terbaru
Statistik
Online Visitors : 0
Yesterday Visits : 0
Today Visits : 0
Total Visits : 0
Hits Counter : 0
Polling
1. Bagaimana Pelayanan Pengurusan Penerbitan Rekomendasi SIUP, SIPI, SIKPI, SIPI ANDON, STKA dan Rekomendasi BBM pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau
A. Buruk
B. Kurang
C. Cukup
D. Baik
E. Sangat Baik