
Berakit, 31 Juli 2025 – PT PLN
(Persero) UIP3B SUMATERA UPT PEKANBARU melalui program Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL) resmi meluncurkan Program Pemulihan Ekosistem Mangrove
PLN Peduli di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi
Kepulauan Riau. Program ini merupakan bentuk nyata komitmen PLN dalam mendukung
pelestarian lingkungan pesisir, memperkuat ketahanan ekosistem, serta mendorong
pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan oleh Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR), yang menggandeng masyarakat setempat sebagai penerima manfaat sekaligus aktor utama dalam pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan, program ini menargetkan pembibitan dan penanaman sebanyak 15.000 pohon mangrove jenis Rhizophora stylosa yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa kluster, dengan melibatkan langsung kelompok masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Kegiatan peresmian ditandai dengan seremonial penanaman mangrove, yang turut dihadiri oleh 158 partisipan yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Bintan, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, UPTD Pengelola Kawasan Konservasi, akademisi, tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, LSM/NGO, pelaku usaha, media hingga mitra pelaksana program. Momentum ini menjadi simbol kolaborasi antarpihak dalam menjaga dan memulihkan kawasan pesisir dari ancaman abrasi, intrusi air laut, serta kerusakan ekologis lainnya.

Senior
Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera Ibu Yenti Elfina menyampaikan bahwa
program ini adalah bentuk tanggung jawab PLN dalam menjaga masa depan bersama:
“PLN tidak hanya berkomitmen untuk menyalurkan
listrik hingga ke seluruh pelosok negeri, tetapi juga turut ambil bagian dalam
upaya menurunkan emisi karbon menuju zero emission. Salah satu bentuk nyata
komitmen ini adalah melalui aktivitas penanaman mangrove. Setelah sebelumnya
kami menanam 10.000 mangrove di Kabupaten Aceh Besar, hari ini kami melanjutkan
upaya tersebut dengan menanam 15.000 mangrove di Desa Berakit. Kami percaya,
langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan
masyarakat pesisir.”
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan
Kabupaten Bintan, Bapak M. Panca
Azdigoena, dari pernyataan beliau dalam acara peresmian:
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bintan dan masyarakat Desa Berakit, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) UIP3B SUMATERA UPT PEKANBARU atas kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir kami. Program ini bukan sekadar penanaman mangrove, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk perlindungan ekosistem, penguatan ekonomi masyarakat melalui ekowisata dan produk lokal, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR) dan seluruh mitra pelaksana yang telah bekerja dengan semangat gotong royong. Semoga semangat kolaboratif ini terus terjaga, dan Desa Berakit bisa menjadi contoh desa pesisir yang tangguh, sadar lingkungan, dan berkelanjutan.”

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi
Kepulauan Riau Bapak
Dr. Said Sudrajat, S.Sos., M.Si turut mengapresiasi sinergi antara sektor
swasta dan masyarakat:
“Pemulihan ekosistem pesisir bukanlah tugas satu
pihak semata, melainkan harus menjadi agenda bersama lintas sektor. Apa yang
dilakukan oleh PLN hari ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia
usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi atas tantangan
ekologi, seperti degradasi mangrove, sekaligus memberikan dampak sosial melalui
pemberdayaan warga sekitar. Ini adalah contoh bagaimana kepedulian lingkungan
dan pembangunan berkelanjutan bisa berjalan seiring”.
Tidak hanya fokus pada aspek ekologi, program
ini juga menyentuh pilar sosial dan pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)
yang diselenggarakan bersama siswa-siswi sekolah setempat. Edukasi ini
bertujuan membentuk kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya
menjaga kelestarian mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan
kebutuhan dasar anak-anak pesisir, kegiatan juga dirangkaikan dengan Makan Bergizi Bersama Siswa/i MTs.S
Berakit. Ini merupakan bagian dari strategi pendekatan holistik
PLN Peduli dalam menggabungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan sosial
masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Pada kegiatan peresmian program, turut
dilaksanakan penyerahan bantuan sembako
yang difasilitasi oleh Koperasi Merah
Putih Desa Kuala Sempang kepada
20 warga Desa Berakit sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat
sekitar. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen program untuk tidak hanya
menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi
kesejahteraan warga, khususnya kelompok yang membutuhkan.
Rahima Zakia, selaku Fasilitator Program
dari Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR)
menyampaikan:
"Atas nama Yayasan Ecology Kepulauan
Riau (YEKR), kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PT PLN
(Persero) UIP3B SUMATERA UPT PEKANBARU yang telah memberikan kepercayaan kepada
kami untuk melaksanakan program ini melalui inisiatif TJSL PLN Peduli. Adapun
rangkaian kegiatan pada program ini yang telah dilaksanakan sebelumnya berupa:
·
Survey baseline awal yang meliputi
penilaian kesesuaian lokasi pembibitan dan penanaman mangrove, FGD dan
Sosialisasi Program,
·
Pembibitan 15.000 mangrove jenis
Rhizophora stylosa oleh kelompok usaha masyarakat Panglong,
·
Pelatihan Monitoring Ekosistem Mangrove,
·
Pendidikan Lingkungan Hidup dan Makan
Bergizi Bersama MTs. S Berakit,
·
Penanaman mangrove bersama KKN UGM,
STAINSAR dan Kelompok Masyarakat Penerima Manfaat.”
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, PLN melalui PLN Peduli terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
