
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau melalui Kepala
Bidang Kelautan, Konservasi dan Pengawasan bersama Kepala UPTD Pengelola
Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan rapat
koordinasi dengan Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR) terkait pemaparan
program kerja tahun 2026, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan berlangsung di ruang rapat kantor YEKR lantai 2, Jalan Basuki
Rahmat, Kota Tanjungpinang. Rapat ini bertujuan memperkuat sinergi antara
pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam mendukung pengelolaan kawasan
konservasi perairan, khususnya di Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau
Bintan.
Dalam pertemuan tersebut, YEKR memaparkan sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Program tersebut di antaranya pengembangan edu-ekowisata konservasi di Pulau Mapur, kegiatan monitoring ekosistem lamun bersama kelompok masyarakat, serta peningkatan kapasitas pada OECM (Other Effective Area-Based Conservation Measures) atau kawasan yang memberikan dampak konservasi.

Program edu-ekowisata konservasi di Pulau Mapur dirancang untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya pelestarian
ekosistem pesisir dan laut melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.
Selain itu, monitoring ekosistem lamun bersama masyarakat diharapkan mampu
memperkuat partisipasi kelompok lokal dalam menjaga kesehatan ekosistem pesisir
yang memiliki peran penting sebagai habitat biota laut dan penyerap karbon
biru.
Sementara itu, program peningkatan kapasitas OECM menjadi salah satu
langkah strategis dalam mendukung pengelolaan kawasan yang memiliki nilai
konservasi tinggi melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan
pemangku kepentingan lokal.
Dalam pembahasannya, pihak DKP Kepri menekankan pentingnya kolaborasi
multipihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di wilayah
Kepulauan Riau. Dukungan terhadap program-program konservasi yang dijalankan
mitra pembangunan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan dan
pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
Melalui koordinasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat dapat terus terjalin guna mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
.jpeg)