Kunjungi Mapur dan Nikoi, Wagub Kepri Tegaskan Komitmen Pemprov Kepri Kelola Kawasan Konservasi
Kabupaten Bintan, Selasa 6 Mei 2025
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Said Sudrajad, mengunjungi Kawasan Konservasi di Pulau Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan pada Selasa (6/5) pagi.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung pengelolaan kawasan konservasi Kepulauan Riau, khususnya yang berada di dalam wilayah Kawasan Konservasi TWP Timur Pulau Bintan, yang telah ditetapkan sebagai satu dari enam wilayah kawasan konservasi yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, dengan total keseluruhan luas 2.981.940,20 hektar.

Turut hadir pada kunjungan kali ini, tim dari Non-Governmental Organization (NGO) Konservasi Indonesia yang merupakan mitra kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengelolaan kawasan konservasi, yang dipimpin langsung oleh Sundaland Landscape Manager K.I, Wira Arya Ardana, didampingi Senior Ocean Program Advisor K.I (Victor Nikijuluw), dan Marine Ecology Manager K.I (Jimy Kalther).
Mengawali kunjungan, Wagub Nyanyang tampak melihat aktivitas pembuatan kerajinan tangan yang dikerjakan oleh masyarakat setempat yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga. Wagub Nyanyang tampak kagum dengan hasil kerajinan yang dihasilkan, serta mendorong peningkatan kualitas produk kerajinan sehingga dapat memiliki nilai ekonomis sehingga akan membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Mapur.

Selanjutnya Wagub Nyanyang meninjau fasilitas penangkaran tungkik (anak penyu) yang berada di Pulau Mapur, tempat dimana nntinya telur-telur yang telah berhasil menetas menjadi tungkik, kemudian tumbuh menjadi penyu kecil yang telah memiliki kemampuan bertahan hidup baik, akan dilepas ke laut.
“Program yang dilakukan secara kolaboratif oleh Konservasi Indonesia dan DKP ini sangat luar biasa, dimana di Provinsi Kepri telah dilakukan konservasi mangrove, lamun, terumbu karang, dan di Pulau Mapur ini dilakukan penangkaran tungkik yang sangat luar biasa”, ucap Nyanyang.
Letak geografis Pulau Mapur sangat strategis sebagai tempat transit penyu-penyu yang ada di sekitar Pulau Bintan yang akan bertelur, dimana hal ini tentu saja perlu mendapatkan perhatian khusus, sehingga populasi penyu dapat terjaga dengan baik, lanjut Nyanyang.
Wagub Nyanyang juga menyempatkan diri melakukan diskusi bersama Kelompok Pengawasan Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Mapur sebagai mitra DKP Kepri, yang membantu pemerintah dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Disini Wagub Nyanyang juga terlibat melakukan simulasi pengawasan secara langsung, guna mengetahui peran serta Pokmaswas.
.jpeg)
Selanjunya, Wagub Nyanyang bersama rombongan bertolak ke lokasi kunjungan kedua, yakni Pulau Nikoi. Dimana dalam kunjungan ini, Wagub Nyanyang disambut secara langsung oleh salah satu owner Nikoi Private Island, Andrew Nikson, dilanjutkan dengan diskusi terkait dengan pengembangan kepariwisataan pada wilayah konservasi.
Wagub Nyanyang menambahkan bahwa, Pemprov Kepri sedang melakukan akselerasi guna optimalisasi kegiatan perlindungan dan pelestarian kawasan konservasi laut melalui langkah-langkah strategis diantaranya mengusulkan dua kawasan tambahan untuk mendapatkan penetapan Pemerintah (Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Selain usul penetapan terhadap dua kawasan konservasi, kami juga berupaya melakukan peningkatan pengawasan, kolaborasi dengan masyarakat, dan pengembangan teknologi pemantauan. Selain itu, edukasi dan kesadaran lingkungan harus ditingkatkan untuk menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kawasan Konservasi di Kepri”, ungkap Nyanyang.
Adapun Kepala DKP Kepri, Dr. Said Sudrajad, dalam keterangannya
menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi NGO Konservasi Indonesia yang telah berkolaborasi secara aktif bersama DKP Kepri, khususnya dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi guna menjaga kelestarian hayati. Juga apresiasi dan terima kasih kami sampaikan untuk rekan-rekan Pokmaswas sebagai mitra DKP Kepri dalam mengoptimalkan pelaksanaan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Selanjutnya, DKP Kepri juga berkomitmen dan secara serius terus melakukan berbagai upaya nyata dalam rangka mendukung dan mengimplementasikan program Blue Economy Kepulauan Riau, khususnya melalui optimalisasi pemanfaatan potensi kemaritiman sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Potensi blue economy di kawasan Kepulauan Riau sangat besar, karena wilayah ini didominasi oleh laut dan pulau-pulau kecil pada posisi strategis di jalur perdagangan internasional, serta kekayaan ekosistem laut yang melimpah. DKP Kepri serius menggarap potensi besar itu, diantaranya melalui optimalisasi pengelolaan perikanan tangkap maupun budidaya, mendukung ekowisata bahari, hingga pengembangan sektor industri berbasis maritim serta hilirisasi hasil kelautan dan perikanan”, tutup Said Sudrajad.