Dialog Publik Aliansi Strategis Kehumasan Prov. Kepri : Langkah Nyata Bangun Ekosistem Pangan yang Tangguh

Kabupaten Bintan, Selasa 2 September 2025
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) menyelenggarakan kegiatan kolaboratif bertajuk "Dialog Publik Pengembangan Aliansi Strategis Kehumasan Guna Membangun Ekosistem Ketahanan Pangan Maritim secara Kolaboratif dan Partisipatif di Wilayah Perbatasan", bertempat di Balai Pertemuan Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, pada Selasa (2/9) pagi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombespol Zahwani Pandra ini, dihadiri perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dimana hadir secara langsung diantaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau/DKP Kepri (Dr. Said Sudrajad), Sekretaris Disperindag Prov. Kepri (Fansuri), Kepala Bidang Kominikasi dan Kehumasan Diskominfo Prov. Kepri (Trio Andana), Kabid Pemberdayaan Koperasi Diskop UKM Prov. Kepri (Adhe Fajar), dan Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DP2KH Prov. Kepri (Zullaika).

Turut hadir, Plt. Camat Teluk Sebong (Nuraini), Kapolsek Bintan Utara (Kompol Nurman), Pj. Kepala Desa Pengudang (Indra Yani), serta para Ketua RT dan Ketua RW setempat, bersama masyarakat Desa Pengudang.
Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Kepri mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta kegiatan, serta menjelaskan bahwa dialog publik ini bertujuan untuk menginventarisir dan menghimpun kondisi terkini, hambatan dan permasalahan, serta masukan dalam rangka implementasi aliansi strategis kehumasan yang tengah dijalankannya.
"Kami telah menetapkan Pilot Project Kampung Pangan Laut atau KAPAL, salah satunya adalah Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, disamping 2 (dua) desa lain, yakni Madong (Kota Tanjungpinang) dan Resun (Kabupaten Lingga)", ungkap Kombespol Pandra.

Dalam kesempatan diskusi, PJ. Kepala Desa Pengudang menjelaskan kondisi eksisting kegiatan sektor kelautan dan perikanan oleh masyarakat tempatan, diantaranya kegiatan konservasi padang lamun, budidaya tematik ikan kerapu cantang, hingga pengolahan dan pemasaran hasil perikanan berupa olahan kerang bulu, bilis, dan lain-lain.
“Terkait pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, kami meminta adanya pendampingan dan fasilitasi, khususnya dalam hal sertifikasi BPOM maupun SKP, sehingga jangkauan pemasaran produk dapat diperluas”, ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Koperasi Merah Putih Pengudang yang juga Pegiat Lingkungan, Iwan Winarto menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan yang berlokasi di Desa Pengudang.
"Sebagai daerah pesisir maritim yang masuk ke dalam Taman Wisata Perairan Nasional sebagai wilayah konservasi, Desa Pengudang memiliki banyak produk olahan hasil perikanan yang sangat berpotensi jika dikembangkan, termasuk dalam hal pengembangan kepariwisataan", ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DKP Kepri menegaskan dukungannya terkait dengan upaya peningkatan kualitas produk olahan hasil perikanan yang saat ini sedang dikembangkan oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) hasil perikanan setempat.
"DKP Kepri siap memberikan pembinaan dan pendampingan dalam rangka penerbitan SKP (Sertfikat Kelayakan Pengolahan)/GMP (Good Manufacturing Practices), guna menjamin produk olahan hasil perikanan yang dihasilkan bermutu dan terjamin kemanan pangannya”, pungkas Said Sudrajad.
Adapun Kombespol Pandra menambahkan bahwa dalam hal fasilitasi penerbitan sertifikat izin edar dari BPOM, pihaknya telah menjalin komunikasi untuk berkolaborasi bersama Ully Mandasari selaku Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau di Batam, sehingga kedepan produk-produk olahan hasil perikanan dapat tersertifikasi sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, Kombespol Pandra juga menyebutkan pentingnya 4 (empat) hal yang harus dikerjakan, khususnya dalam rangka membangun ekosistem ketahanan pangan maritim secara kolaboratif dan partisipatif di wilayah perbatasan, yakni pentahelix, kolaboratif, adaptif, dan sustainability, sebagai sebuah kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
“Perlu edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara masif dan berkesinambungan bersama lima komponen pentahelix (akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media) yang saling bersinergi dan berkolaborasi, sehingga apa yang dicita-citakan dapat tercapai sebagaimana harapan kita bersama”, ucap Kombespol Pandra.
Tampat dilokasi dialog publik, mendampingi Kepala DKP Kepri, turut hadir Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran (Ir. Ade Ovita), APHP Ahli Muda (Afrian Ginanjar), dan Pembina Mutu Ahli Muda (Zola Febriani).
Terpisah, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Aliansi strategis kehumasan yang diinisiasi oleh Kabid Humas Polda Kepri.
Ia menyebut terobosan inovasi ini sebagai sebuah langkah nyata dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di daerah terdepan wilayah NKRI.
“Melalui aliansi strategis kehumasan, kita diajak untuk memahami bahwa komunikasi, kolaborasi dan partisipasi masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem pangan yang tangguh di Provinsi Kepri”, tegas Ansar.
Selanjutnya kegiatan ditutup dengan peninjauan ke Gedung Logistik Koperasi Merah Putih Desa Pengudang yang dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Kepri.**
